Rabu, 21 September 2016



Geologi dan bumi
    Geologi adalah ilmu pengetahuan bumi mengenai asal, struktur, komposisi dan sejarahnya (termasuk Perkembangan, kehidupan) serta proses-proses yang telah menyebabkan keadaan bumi  seperti sekarang ini


        Material penyusun bumi

GAMBAR. 1. EARTH RADIUS
Karena bumi tidak bola sempurna Anda tidak dapat menemukan radius tepat tetapi itu berkisar 3,950 mil (6,357 km)-3,963 mil (6,378 km).










 GAMBAR 2. ATMOSPHERE,BIOSPHERE,LITOSPHERE,HYDROSPHERE

Bumi adalah batuan yang di kelilingi oleh 4 yaitu
1.atmosphere
2.biosphere
3.lithosphere
4.hydrosphere
                       
·         Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi hingga ketinggian lebih dari 500 km
·         Lithosfer adalah lapisan batuan yang ada di dalam bumi
·         Hidrosfer adalah lapisan air yang mengelilingi permukaan bumi(75%)
·         Biosfer yakni lapisan kehidupan flora dan fauna yang ada di permukaan bumi





GAMBAR 3. FOSIL MOSTER DANAU
·         fosil adalah jasad binatang atau tumbuhan atau manusia secara utuh atau bagiannya yang karena proses geologi (tertimbun tanah lalu terjadi pergantian kristal atau mineral) berubah menjadi batu dengan meninggalkan jejak bentuk fisik jasad tersebut.


Proses internal


GAAMBAR 4. GUNUNG BROMO

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua.


Proses permukaan .

Permukaan bumi terdiri atas berbagai bentuk dari yang datar, bergelombang atau berbukit sampai bergunung. Keragaman tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui berbagai proses dan waktu
yang sangat lama. Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka bumi, baik dari dalam bumi
maupun dari luar bumi yang dikenal dengan sebutan tenaga geologi.



Uniformitarisme dan katastropisme .

1.
Uniformitarianisme adalah sebuah paham yang menyatakan bahwa dalam alam semesta ada keteraturan sehingga suatu peristiwa akan terulang kembali. Keseragaman yang diamati pada masa lalu akan muncul pada masa kini maupun masa depan.


2. Pengertian Katastrofisme adalah suatu gagasan bahwa Bumi pada masa lalunya telah dipengaruhi oleh berbagai kejadian bencana yang terjadi tiba-tiba, dengan cepat, dan memengaruhi seluruh bumi.






Gambar  5. Geologi waktu skala

Waktu geologi

Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah Bumi. Tabel periode geologi yang ditampilkan di halaman ini disesuaikan dengan waktu dan tatanama yang diusulkan oleh International Commission on Stratigraphy dan menggunakan standar kode warna dari United States Geological Survey.
Bukti-bukti dari penanggalan radiometri menunjukkan bahwa bumi berumur sekitar 4.570 juta tahun. Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. Masing-masing zaman pada skala waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi atau paleontologi, seperti kepunahan massal. Sebagai contoh, batas antara zaman Kapur dan Paleogen didefinisikan dengan peristiwa kepunahan dinosaurus dan baerbagai spesies laut. Periode yang lebih tua, yang tak memiliki peninggalan fosil yang dapat diandalkan perkiraan usianya, didefinisikan dengan umur absolut.


Bumi

Awal tata surya


Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga matahari (The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet (bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.





Gamabar 6.formation of the solar system


Modern tata surya



Gambar 7. Schematic of the sholar system

matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas pada menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama kabut itu, gelang-gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan pada, nah inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.

Evolusi Bumi Modern

1.      Arkaekum (Zaman tertua)
Zaman arkaekum diperkirakan telah berusia 2500 juta tahun. Zaman arkaekum memiliki ciri-ciri kulit bumi yang masih panas dan belum stabil, hal ini karena masih memiliki temperatur yang sangat tinggi. Pada zaman arkaekum diperkirakan belum adanya tanda-tanda kehidupan. Bumi masih dalam suatu proses pembentukan menjadi padat.
2.      Paleozoikum (Zaman kehidupan tertua)
                GAMBAR 8.evolusi bumi modern.                                                                                                                              

Zaman paleozoikum diperkirakan telah berusia 340 juta tahun. Pada zaman paleozoikum, bumi masih belum stabil serta masih terus menerus berubah-ubah (bumi perlahan berangsur-angsur menjadi dingin), namun sudah mulai adanya tanda-tanda kehidupan. Tanda-tanda kehidupan yaitu adanya makhluk hidup bersel satu atau mikroorganisme. Pada akhir zaman paleozoikm telah muncul berbagai jenis reptil sederhana seperti kura-kura. Tumbuhan yang muncul adalah jenis paku-pakuan. Zaman paleozoikum juga disebut zaman primer atau zaman pertama.






3.      Mesozoikum (Zaman kehidupan pertengahan)
Zaman mesozoikum diperkirakan berusia sekitar 140 juta tahun dan disebut juga sebagai zaman sekunder atau zaman kedua. Zaman mesozoikum mulai ditandai dengan terbentuknya cekungan laut atau geosinklinal yang terisi oleh endapan yang tebal serta meluasnya tumbuhan berjenis paku-pakuan. Pada zaman mesozoikum, iklim semakin membaik, walaupun suhu terkadang masih berubah-ubah, curah hujan sudah mulai berkurang, sungai besar dan danau banyak yang mengalami kekeringan, muncul pohon-pohon besar dan hewan yang banyak hidup di darat. Munculnya reptil yang sangat besar seperti dinosaurus (12 meter), tiranosaurus (30 meter), serta ada pula yang memiliki sayap dan mampu terbang. Oleh karena itu, zaman mesozoikum disebut juga sebagai zaman reptil. Pada akhir dari zaman mesozoikum, hewan berjenis mamalia sudah ada.
4.      Neozoikum (Zaman kehidupan baru)
Zaman neozoikum diperkirakan berusia sekitar 60 juta tahun. Pada zaman neozoikum, keadaan bumi sudah semakin membaik serta perubahan cuaca yang tidak begitu besar. Hal ini dapat membuat makhluk hidup untuk berkembang lebih pesat. Zaman neozoikum dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu zaman tersier serta zaman kuarter.

1.      Zaman Tersier
Zaman tersier sudah ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat yang dapat melipat dan mematahkan lapisan kulit bumi. Oleh karena akibat tenaga endogen tersebut, mengakibatkan terbentuk suatu rangkaian pegunungan besar di seluruh dunia. Zaman tersier dibagi menjadi beberapa masa, yaitu zaman paleosen, eosen, oligosen, miosen, dan pliosen. Zaman ini sudah berkembang binatang-binatang yang menyusui, reptil-reptil raksasa lambat laun telah lenyap.
2.      Zaman kuarter
Zaman kuarter diperkirakan sejak 600.000 tahun yang lalu. Zaman kuarter ini kemudian dibagi menjadi 2 lagi, yaitu kala pleistosen dan kala holosen.
1.      Kala pleistosen (Zaman diluvium)
Kala pleistosen telah berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Kala pleistosen sudah adanya manusia purba. Pada kala pleistosen, keadaan alam masih liar dan labil. Hal tersebut disebabkan karena silih bergantinya 2 zaman, yaitu zaman glasial dan interglasial.
2.      Kala holosen (Zaman aluvium)
Kala holosen telah berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu. Pada kala holosen telah muncul spesies Homo sapiens. Adanya sebuah perkembangan global telah banyak memengaruhi perkembangan fisik alam Indonesia. Ketika lapisan es yang terdapat di kutub utara mencair, wilayah Indonesia barat masih menyatu dengan Benua Asia serta wilayah Indonesia timur masih menyatu dengan benua Australia. Pada waktu suhu bumi mulai memanas serta lapisan es yang terdapat di kutub utara mulai mencair, terbentuklah lautan yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia serta memunculkan banyak pulau. Wilayah yang sebelumnya mnyatu dengan benua Asia dan sekarang menjadi dasar lautan yang disebut dengan Paparan Sunda. Sedangkan wilayah Indonesia timur yang menghubungkan dengan Benua Australia disebut Paparan Sahul.



Gambar 8.internal struktur bumi
1.     Kerak bumi merupakan bagian bumi yang paling luar dengan ketebalan 5 hingga 80 kilometer. Antara kerak dan mantel bumi terdapat batas yang dinamakan Mohorovivic Discontunuity. Kerak bumi tersusun secara dominan oleh mineral silikat dan feldsfar. Bumi tempat kita tinggal di permukaannya disebut dengan kerak bumi dan pada kerak bumi inilah manusia dan maklhuk yang lain hidup di atasnya serta melakukan aktivitas kehidupannya masing- masing. Lapisan kerak bumi memiliki jarak beribu- ribu kilometer untuk mencapai lapisan yang lain. Bahkan ketika anda mengali sumur sedalam apapun juga atau menggali emas sekalipun, kita baru menyentuh keraknya saja.
2.     Mantel bumi merupakan bagian yang membungkus inti bumi yang kaya akan mangnesium. Pemisah antara inti dan mantel bumi adalah Guntenberg Discontinuity. Mantel bumi terdiri dari 2 bagian yaitu mantel atas dengan kedalaman hingga 400 kilometer dengan sifat plastis dan semiplastis serta mantel bawah dengan kedalaman hingga 2900 kilometer dengan sifat padat. Mantel bumi yang bagian atas memiliki sifat padat yang membentuk kesatuan dengan kerak bumi yang disebut dengan litosfer yang berguna untuk mengalasi kerak bumi. Sedangkan pada mantel bagian bawah memiliki sifat plastis dan semiplastis yang disebut dengan asthenosfer.

Geologi Lingkungan merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari interaksi antara alam yang disebut lingkungan geologis (geological environment) dengan aktivitas manusia yang bersifat timbal balik.
Geologi Lingkungan berkembang seiring dengan kesadaran manusia akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, maka Konsep Geologi Tata Lingkungan dianggap menjadi bagian dari manajemen sumberdaya alam.
Manajemen geologi dan tata lingkungan adalah :
a)      meminimalisasi degradasi lingkungan sebagai akibat perubahan-perubahan yang terjadi dari aktivitas eksploitasi sumberdaya alam (Sumberdaya geologi) seperti : air, mineral, energi dan lahan, termasuk konsep pengelolaan secara efektif dan efisien untuk menjamin ketersediaan sumberdaya alam strategis di masa depan dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan pertambangan yang baik dan benar. (Good Mining Practice),
b)      Mitigasi bencana alam beraspek geologis (seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunungapi, gerakan tanah, banjir, dsb).
c)      Penentuan zone layak atau zone tidak layak berdasarkan parameter geologi untuk penempatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA- sampah) padat (Parameter geologi al : litologi, Muka air tanah, Kemiringan lereng, struktur geologi dan potensi bahaya geologi

Mineral merupakan sumberdaya geologi yang banyak dibutuhkan dan digunakan manusia dan menjadi bahan dasar untuk industri. Batuan merupakan kumpulan dari satu atau lebih mineral. Batuan berasal dari pembekuan magma yang selanjutnya mengalami proses geologi menjadi berbagai jenis batuan. Magma merupakan larutan silikat pijar yang bertemperatur sangat tinggi yang terdiri dari campuran berbagai unsur kimia yang sangat komplek yang bakal membentuk semua mineral penyusun batuan, maka definisi mineral itu sendiri (menurut L.G.Berry dan B.Mason,1959) adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom – atom yang tersusun secara teratur. Oleh karena itu mineral merupakan komponen dari batuan yang membentuk lapisan kerak bumi.
Batuan penyusun kerak bumi berdasarkan kejadiannnya (genesa) dibagi menjadi 3, yaitu :
1.      Batuan beku (Igneous Rocks) berasal dari magma yang membeku akibat mengalami pendinginan. Magma merupakan cairan silikat yang bertemperatur tinggi antara 500 sampai 1200oC dan berada pada tekanan tinggi antara 6 sampai 12 kilobar (1 bar = 105 Newton/m2 atau 0,98697 atm). Batuan beku umumnya disusun oleh mineral silikat (kaya akan Si dan O). Tergantung dari komposisi mineral dan posisinya pada saat membeku (di dalam atau di luar kulit bumi) maka jenis batuan beku yang terbentuk sangat bervariasi (Febri Hirnawan, 2002).
2.      Batuan sedimen (Sedimentary Rocks) adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya melalui proses pelapukan, erosi, transportasi dan redeposisi (pengendapan kembali) atau hasil aktivitas kimia maupun organisme, yang di endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan

3.      Batuan metamof (Metamorphic Rocks) adalah batuan yang mengalami perubahan (malihan) yang disebabkan oleh proses metamorfisme.

                                                                Gambar  9.sumber daya mineral


Tidak ada komentar:

Posting Komentar