Geologi dan bumi
Geologi adalah ilmu pengetahuan bumi mengenai asal, struktur, komposisi
dan sejarahnya (termasuk Perkembangan, kehidupan) serta proses-proses yang
telah menyebabkan keadaan bumi seperti sekarang ini
Material penyusun bumi
GAMBAR. 1.
EARTH RADIUS
Karena bumi
tidak bola sempurna Anda tidak dapat menemukan radius tepat tetapi itu berkisar
3,950 mil (6,357 km)-3,963 mil (6,378 km).
GAMBAR 2.
ATMOSPHERE,BIOSPHERE,LITOSPHERE,HYDROSPHERE
Bumi adalah batuan yang di kelilingi oleh 4 yaitu
1.atmosphere
2.biosphere
3.lithosphere
4.hydrosphere
·
Atmosfer adalah lapisan udara yang
mengelilingi bumi hingga ketinggian lebih dari 500 km
·
Lithosfer adalah lapisan batuan yang
ada di dalam bumi
·
Hidrosfer adalah lapisan air yang mengelilingi
permukaan bumi(75%)
·
Biosfer yakni lapisan kehidupan flora
dan fauna yang ada di permukaan bumi
GAMBAR 3. FOSIL MOSTER DANAU
·
fosil adalah jasad binatang atau
tumbuhan atau manusia secara utuh atau bagiannya yang karena proses geologi
(tertimbun tanah lalu terjadi pergantian kristal atau mineral) berubah menjadi
batu dengan meninggalkan jejak bentuk fisik jasad tersebut.
Proses internal
GAAMBAR 4. GUNUNG BROMO
Gunung terjadi karena
adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis.
Dalam proses orogenesis ini sedimen
yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan
lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur
kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua.
Proses permukaan .
Permukaan bumi terdiri
atas berbagai bentuk dari yang datar, bergelombang atau berbukit sampai bergunung. Keragaman tersebut tidak terjadi begitu saja,
melainkan melalui berbagai proses dan waktu
yang sangat lama.
Berbagai bentuk tenaga bekerja untuk mengubah muka bumi, baik dari dalam bumi
maupun dari luar bumi
yang dikenal dengan sebutan tenaga geologi.
Uniformitarisme dan
katastropisme .
1.
Uniformitarianisme
adalah sebuah paham yang menyatakan bahwa dalam alam semesta ada keteraturan
sehingga suatu peristiwa akan terulang kembali. Keseragaman yang diamati pada
masa lalu akan muncul pada masa kini maupun masa depan.
2. Pengertian Katastrofisme adalah suatu gagasan bahwa Bumi pada
masa lalunya telah dipengaruhi oleh berbagai kejadian bencana yang terjadi
tiba-tiba, dengan cepat, dan memengaruhi seluruh bumi.
Gambar 5. Geologi waktu skala
Waktu
geologi
Bukti-bukti dari penanggalan radiometri menunjukkan bahwa bumi berumur sekitar 4.570 juta tahun. Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. Masing-masing zaman pada skala waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi atau paleontologi, seperti kepunahan massal. Sebagai contoh, batas antara zaman Kapur dan Paleogen didefinisikan dengan peristiwa kepunahan dinosaurus dan baerbagai spesies laut. Periode yang lebih tua, yang tak memiliki peninggalan fosil yang dapat diandalkan perkiraan usianya, didefinisikan dengan umur absolut.
Bumi
Awal tata surya
Tata Surya (Solar System) atau yang juga disebut keluarga matahari (The
sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri dari Matahari sebagai
pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet
(bintang berekor), meteor (bintang beralih), satelit, dan asteroid.
Gamabar 6.formation
of the solar system
Modern tata
surya
Gambar 7. Schematic
of the sholar system
matahari dan planet berasal dari
sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya, karena pilinannya itu
berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar, makin mengecil bola
itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat pada kutubnya dan
melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut gas pada menjauh
dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling bagian utama
kabut itu, gelang-gelang tersebut
kemudian membentuk gumpalan pada, nah
inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang
berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
Evolusi Bumi Modern
1.
Arkaekum (Zaman
tertua)
Zaman
arkaekum diperkirakan telah berusia 2500 juta tahun. Zaman arkaekum memiliki
ciri-ciri kulit bumi yang masih panas dan belum stabil, hal ini karena masih
memiliki temperatur yang sangat tinggi. Pada zaman arkaekum diperkirakan belum
adanya tanda-tanda kehidupan. Bumi masih dalam suatu proses pembentukan menjadi
padat.
2.
Paleozoikum
(Zaman kehidupan tertua)
GAMBAR 8.evolusi bumi modern.
Zaman paleozoikum diperkirakan telah berusia 340 juta tahun.
Pada zaman paleozoikum, bumi masih belum stabil serta masih terus menerus
berubah-ubah (bumi perlahan berangsur-angsur menjadi dingin), namun sudah mulai
adanya tanda-tanda kehidupan. Tanda-tanda kehidupan yaitu adanya makhluk hidup
bersel satu atau mikroorganisme. Pada akhir zaman paleozoikm telah muncul
berbagai jenis reptil sederhana seperti kura-kura. Tumbuhan yang muncul adalah
jenis paku-pakuan. Zaman paleozoikum juga disebut zaman primer atau zaman
pertama.
3.
Mesozoikum (Zaman
kehidupan pertengahan)
Zaman mesozoikum
diperkirakan berusia sekitar 140 juta tahun dan disebut juga sebagai zaman
sekunder atau zaman kedua. Zaman mesozoikum mulai ditandai dengan terbentuknya
cekungan laut atau geosinklinal yang terisi oleh endapan yang tebal serta
meluasnya tumbuhan berjenis paku-pakuan. Pada zaman mesozoikum, iklim semakin
membaik, walaupun suhu terkadang masih berubah-ubah, curah hujan sudah mulai
berkurang, sungai besar dan danau banyak yang mengalami kekeringan, muncul
pohon-pohon besar dan hewan yang banyak hidup di darat. Munculnya reptil yang
sangat besar seperti dinosaurus (12 meter), tiranosaurus (30 meter), serta ada
pula yang memiliki sayap dan mampu terbang. Oleh karena itu, zaman mesozoikum
disebut juga sebagai zaman reptil. Pada akhir dari zaman mesozoikum, hewan
berjenis mamalia sudah ada.
4.
Neozoikum (Zaman
kehidupan baru)
Zaman
neozoikum diperkirakan berusia sekitar 60 juta tahun. Pada zaman neozoikum,
keadaan bumi sudah semakin membaik serta perubahan cuaca yang tidak begitu
besar. Hal ini dapat membuat makhluk hidup untuk berkembang lebih pesat. Zaman
neozoikum dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu zaman tersier serta zaman kuarter.
1.
Zaman Tersier
Zaman
tersier sudah ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat yang dapat
melipat dan mematahkan lapisan kulit bumi. Oleh karena akibat tenaga endogen
tersebut, mengakibatkan terbentuk suatu rangkaian pegunungan besar di seluruh
dunia. Zaman tersier dibagi menjadi beberapa masa, yaitu zaman paleosen, eosen,
oligosen, miosen, dan pliosen. Zaman ini sudah berkembang binatang-binatang
yang menyusui, reptil-reptil raksasa lambat laun telah lenyap.
2.
Zaman kuarter
Zaman
kuarter diperkirakan sejak 600.000 tahun yang lalu. Zaman kuarter ini kemudian
dibagi menjadi 2 lagi, yaitu kala pleistosen dan kala holosen.
1.
Kala pleistosen
(Zaman diluvium)
Kala
pleistosen telah berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Kala pleistosen sudah
adanya manusia purba. Pada kala pleistosen, keadaan alam masih liar dan labil.
Hal tersebut disebabkan karena silih bergantinya 2 zaman, yaitu zaman glasial
dan interglasial.
2.
Kala holosen
(Zaman aluvium)
Kala holosen telah berlangsung sekitar 20.000 tahun yang
lalu. Pada kala holosen telah muncul spesies Homo sapiens. Adanya sebuah
perkembangan global telah banyak memengaruhi perkembangan fisik alam Indonesia.
Ketika lapisan es yang terdapat di kutub utara mencair, wilayah Indonesia barat
masih menyatu dengan Benua Asia serta wilayah Indonesia timur masih menyatu
dengan benua Australia. Pada waktu suhu bumi mulai memanas serta lapisan es
yang terdapat di kutub utara mulai mencair, terbentuklah lautan yang terdapat
di berbagai wilayah Indonesia serta memunculkan banyak pulau. Wilayah yang
sebelumnya mnyatu dengan benua Asia dan sekarang menjadi dasar lautan yang
disebut dengan Paparan Sunda. Sedangkan wilayah Indonesia timur yang
menghubungkan dengan Benua Australia disebut Paparan Sahul.
Read more: http://woocara.blogspot.com/2015/02/proses-evolusi-bumi-beberapa-periode.html#ixzz4KwFlbuw1
Gambar
8.internal struktur bumi
1. Kerak bumi merupakan bagian bumi yang
paling luar dengan ketebalan 5 hingga 80 kilometer. Antara kerak dan mantel
bumi terdapat batas yang dinamakan Mohorovivic Discontunuity. Kerak bumi
tersusun secara dominan oleh mineral silikat dan feldsfar. Bumi tempat kita
tinggal di permukaannya disebut dengan kerak bumi dan pada kerak bumi inilah
manusia dan maklhuk yang lain hidup di atasnya serta melakukan aktivitas
kehidupannya masing- masing. Lapisan kerak bumi memiliki jarak beribu- ribu
kilometer untuk mencapai lapisan yang lain. Bahkan ketika anda mengali sumur
sedalam apapun juga atau menggali emas sekalipun, kita baru menyentuh keraknya
saja.
2. Mantel bumi merupakan bagian yang
membungkus inti bumi yang kaya akan mangnesium. Pemisah antara inti dan mantel
bumi adalah Guntenberg Discontinuity. Mantel bumi terdiri dari 2 bagian yaitu
mantel atas dengan kedalaman hingga 400 kilometer dengan sifat plastis dan
semiplastis serta mantel bawah dengan kedalaman hingga 2900 kilometer dengan
sifat padat. Mantel bumi yang bagian atas memiliki sifat padat yang membentuk
kesatuan dengan kerak bumi yang disebut dengan litosfer yang berguna untuk
mengalasi kerak bumi. Sedangkan pada mantel bagian bawah memiliki sifat plastis
dan semiplastis yang disebut dengan asthenosfer.
Geologi Lingkungan merupakan cabang ilmu geologi yang
mempelajari interaksi antara alam yang disebut lingkungan geologis (geological
environment) dengan aktivitas manusia yang bersifat timbal balik.
Geologi Lingkungan berkembang seiring dengan kesadaran manusia
akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, maka Konsep Geologi Tata
Lingkungan dianggap menjadi bagian dari manajemen sumberdaya alam.
Manajemen geologi dan tata lingkungan adalah :
a)
meminimalisasi degradasi lingkungan sebagai akibat perubahan-perubahan yang
terjadi dari aktivitas eksploitasi sumberdaya alam (Sumberdaya geologi) seperti
: air, mineral, energi dan lahan, termasuk konsep pengelolaan secara efektif
dan efisien untuk menjamin ketersediaan sumberdaya alam strategis di masa depan
dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan pertambangan yang baik dan benar. (Good
Mining Practice),
b) Mitigasi
bencana alam beraspek geologis (seperti gempa bumi, tsunami, erupsi gunungapi,
gerakan tanah, banjir, dsb).
c) Penentuan
zone layak atau zone tidak layak berdasarkan parameter geologi untuk penempatan
Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA- sampah) padat (Parameter geologi al :
litologi, Muka air tanah, Kemiringan lereng, struktur geologi dan potensi
bahaya geologi
Mineral merupakan sumberdaya geologi yang banyak dibutuhkan
dan digunakan manusia dan menjadi bahan dasar untuk industri. Batuan merupakan
kumpulan dari satu atau lebih mineral. Batuan berasal dari pembekuan magma yang
selanjutnya mengalami proses geologi menjadi berbagai jenis batuan. Magma
merupakan larutan silikat pijar yang bertemperatur sangat tinggi yang terdiri
dari campuran berbagai unsur kimia yang sangat komplek yang bakal membentuk
semua mineral penyusun batuan, maka definisi mineral itu sendiri (menurut
L.G.Berry dan B.Mason,1959) adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di
alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas
tertentu dan mempunyai atom – atom yang tersusun secara teratur. Oleh karena
itu mineral merupakan komponen dari batuan yang membentuk lapisan kerak bumi.
Batuan penyusun kerak bumi berdasarkan kejadiannnya (genesa)
dibagi menjadi 3, yaitu :
1.
Batuan beku (Igneous Rocks) berasal dari magma yang membeku akibat
mengalami pendinginan. Magma merupakan cairan silikat yang bertemperatur tinggi
antara 500 sampai 1200oC dan berada pada tekanan tinggi antara 6 sampai 12
kilobar (1 bar = 105 Newton/m2 atau 0,98697 atm). Batuan beku umumnya disusun
oleh mineral silikat (kaya akan Si dan O). Tergantung dari komposisi mineral
dan posisinya pada saat membeku (di dalam atau di luar kulit bumi) maka jenis
batuan beku yang terbentuk sangat bervariasi (Febri Hirnawan, 2002).
2. Batuan
sedimen (Sedimentary Rocks) adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi
material hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya melalui proses
pelapukan, erosi, transportasi dan redeposisi (pengendapan kembali) atau hasil
aktivitas kimia maupun organisme, yang di endapkan lapis demi lapis pada
permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan
3.
Batuan metamof (Metamorphic Rocks) adalah batuan yang mengalami
perubahan (malihan) yang disebabkan oleh proses metamorfisme.
Gambar
9.sumber daya mineral








Tidak ada komentar:
Posting Komentar