Minggu, 25 September 2016

STRUKTUR INTERIAL BUMI






STRUKTUR INTERIAL BUMI
Struktur Interial bumi
Bumi terdiri dari empat lapisan konsentris: kerak bumi (crust), mantel (mantle), inti luar (outer core), dan inti bagian dalam (inner core).


GAMBAR 1. LAPISAN KONSENTRIS
Strukur internal Bumi ditentukan dari deep drilling dan seismic evidence. Struktur internal Bumi tersusun dari:
1.     Kerak bumi
Kerak Bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
2.     Mantle
Mantel adalah bagian dari planet kebumian atau benda langit lain yang cukup besar sehingga mampu mengalami diferensiasi berdasarkan kepadatan. Seperti planet kebumian lain, bagian dalam Bumi secara kimiawi terbagi menjadi lapisan-lapisan. Mantel adalah lapisan yang berada di antara kerak dan inti luar.

Upper Mantle 
Mantel atas dimulai tepat di bawah kerak dan berakhir di mantel yang lebih rendah. Ketebalan mantel atas adalah antara 200 dan 250 mil. Seluruh mantel adalah sekitar 1800 mil tebal, yang berarti mantel yang lebih rendah membuat sebagian besar ini bagian dari Bumi. Suhu mantel dekat kerak berkisar 900-1600 derajat Fahrenheit. Ini akan lebih panas pada kedalaman lebih besar. Mantel bawah dekat inti adalah sepanas 7000 derajat Fahrenheit.

Mantel atas tidak seragam di seluruh. Paling atas, lapisan tipis itu sangat mirip dengan kerak bumi. Bersama-sama dengan kerak, kita menyebutnya litosfer. Di bawah litosfer adalah lapisan mantel atas yang disebut astenosfer.
Litosfer

Lapisan litosfer meliputi kerak bumi hingga astenosfer dengan ketebalan mencapai 100 km


GAMBAR 2. UPPER MANTLE
Astenosfer

Kedalaman astenosfer berkisar 75 hingga 125 km. Astenosfer bersifat plastik dan lemah dengan densitas rendah. Karena bersifat plastik, astenosfer mengalir perlahan beberapa cm per tahun. Astenosfer terbentang dari dasar litosfer ke kedalaman sekitar 350 km. 1 hingga 2% astenosfer bersifat cair. Di bawah kerak samudera yang tipis, astenosfer biasanya lebih mendekati permukaan dasar laut yang menyebabkan terjadinya rifting atau spreading center dikarenakan aliran panas konveksi dari astenosfer (mantel).

Sedangkan lower mantle terbentang dari 660 hingga 2900 km di bawah permukaan bumi. Layer ini bersifat panas dan plastik. Akibat tekanan yang semakin besar menyebabkan formasi mineralnya berbeda dengan formasi mineral upper mantle.
Mesosfer

 Mesosfer adalah lapisan yang memiliki ketebalan 2.400-2.700 km dan berada di bawah lapisan astenosfer. Lapisan ini sebagian besar terususun dari campuran besi dan batuan basa
Lower Mantle
 
Mantel yang lebih rendah adalah bagian cair bawah mantel mulai dari 400 mil di bawah permukaan untuk sekitar 1.800 mil di bawah permukaan. Mantel yang lebih rendah adalah sangat besar dan memakan sebagian besar volume bumi. Menjadi begitu jauh di dalam bumi, suhu dan tekanan dari mantel yang lebih rendah sangat tinggi. Suhu bisa melambung ke lebih dari 7.000 derajat Fahrenheit di tepi bawah mantel bawah, dekat inti. Tekanan di dalam mantel yang lebih rendah adalah maksimum 1,3 juta kali dari permukaan, menciptakan mineral kita biasanya tidak akan melihat di kerak

  • Inti bumi (core)
Inti bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam  besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat  pada kedalaman 2900 – 5200 km.  Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam :

Inti luar
Berada di kedalaman sekitar 2.890-5.150 km di bawah permukaan bumi. Ketebalan inti sekitar 2.200 km. Inti tersusun dari unsur utama besi, sedikit nikel, serta sekitar 10% sulfur dan oksigen. Inti luar begitu panas sehingga material logamnya mencair. Temperatur nagian inti luar sekitar 4.000-5.0000C. Berat jenisnya antara 10-12 gr/cm3

 Inti dalam
Berada 5.150-6.370 km di bawah permukaan bumi. Inti dalam yang menjadi pusat bumi bersifat padat dan ketebalannya sekitar 1.250 km. Inti dalam tersusun dari unsur utama besi, nikel, dan unsur ringan seperti sulfur, karbon, oksigen, silikon, dan potasium. Temperatur bagian inti dalam sekitar 5.000-6.0000C. Tekanan yang sangat kuat menyebabkan inti bumi bersifat padat meskipun temperaturnya sangat panas. Berat jenis inti dalam sekitar 15 gr/cm3. Perputaran bumi menyebabkan inti luar berputar mengelilingi inti dalam dan bumi menjadi magnetis


GAMBAR 3. INTI DALAM DAN INTI LUAR

sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar